Diam-diam bersama pembantu yang menggoda
Aku yang bekerja sebagai pembantu dengan tubuh kecil, kulit cokelat yang halus dan mata yang selalu mencuri pandang penuh malu setiap kali tuan rumah lewat. Setiap kali secara tidak sengaja bertemu di dapur atau di lorong sepi, aku selalu menundukkan kepala, tetapi mata ini justru bersinar dengan kesan menggoda yang polos dan memikat.
Malam itu, ketika seluruh rumah sunyi, aku tiba-tiba muncul dalam pakaian tidur tipis, perlahan-lahan menyapu lantai dengan setiap gerakan yang menggoda hingga membuat sesak napas. Aku tidak bisa mengalihkan pandangan, setiap langkah mendekat seolah tertarik oleh kulitku yang lembut, napasmu menyentuh leherku membuat seluruh tubuh bergetar. Aku mengerang pelan saat dipeluk dari belakang, dua tubuh menyatu dalam momen yang tersembunyi, sekaligus malu dan membara, menciptakan malam yang dipenuhi dengan rasa terlarang namun sangat mempesona.
Malam itu, ketika seluruh rumah sunyi, aku tiba-tiba muncul dalam pakaian tidur tipis, perlahan-lahan menyapu lantai dengan setiap gerakan yang menggoda hingga membuat sesak napas. Aku tidak bisa mengalihkan pandangan, setiap langkah mendekat seolah tertarik oleh kulitku yang lembut, napasmu menyentuh leherku membuat seluruh tubuh bergetar. Aku mengerang pelan saat dipeluk dari belakang, dua tubuh menyatu dalam momen yang tersembunyi, sekaligus malu dan membara, menciptakan malam yang dipenuhi dengan rasa terlarang namun sangat mempesona.